SEPENGGAL NASIHAT BUAT PENONTON DAN KOMENTATOR
bahrunnaim.xyz

Konflik Suriah, yang semakin hari semakin pelik. Nampaknya belum ada tanda-tanda mulai reda. Salah seorang pengamat Yahudi bahkan memprediksikan bahwa konflik ini merupakan awal mula perang dunia ke tiga. Banyak ikhwah-ikhwah disini berkomentar, konflik ini adalah permulaan dari malhamah kubro yang akan menyaring orang orang beriman. Wallahi, kita tidak akan pernah tau disisi manakah kita akan berada. Kita hanya bisa berharap, berdoa, dan berusaha paling tidak Allah syahidkan kita sebagai 1/3 kelompok yang mendapatkan kesyahidan di akhir zaman.

Miris rasanya ketika melihat setiap hari orang-orang berkomentar tentang Suriah. Kebanyakan diantara kita adalah penonton, dan seperti halnya penonton lainnya. Kita hanya mengikuti alunan gemuruh dan sorak sorak yang diteriakkan oleh komentator yang bersuara paling lantang. Yah… Tidak ada sebuah kebenaran dalam sebuah pertandingan, kecuali komentator sekedar mengomentari jalannya pertandingan.

Tak apalah, paling tidak menambah seru sebuah pertandingan. Cuman ya antar penonton, terkadang terjadi bentrokan. Atau komentator diserbu massa karena berkomentar seenaknya. Karena memang itulah tugas komentator dibayar. Tak sedikit pula, banyak diantara kita mengamini dan membenarkan setiap perkataan komentator. Komentator juga sebenarnya tak lain adalah merupakan sekedar penonton. Bedanya hanyalah, komentator memiliki suara yang keras, dan mampu didengarkan oleh banyak npenonton.

Itulah yang saat ini terjadi di dunia ini, khususnya dalam jihad Suriah. Banyak sekali penonton, dan komentator. Mereka berlomba-lomba mengomentari, dan bahkan merasa lebih penting dari seorang pemain. Mereka mengklaim dirinya sebagai panitia yang membuat perlombaan, bahkan mungkin menjadikan dirinya sebagai penentu kemenangan sebuah perlombaan. Tanpa sedikitpun menginjakkan kakinya di rerumputan lapangan, bahkan mengayunkan tangan dan kakinya untuk mengarahkan ‘bola’ untuk disarangkan ke tujuan.

Pun terkait Daulah Islam… Sederhana saja, saat ini kekuatan daulah islam dianggap mengancam semua pihak. Dan Daulah Islam pun menjadi pihak yang memiliki potensi terkuat meski tiap hari diserang, dihujani roket dan bom dari pesawat koalisi, rusia, bahkan pihak-pihak yang seharusnya satu barisan.

Oleh karenanya, bagi saya sederhana. Saya tidak mau sekedar menjadi komentator dan penonton semata tanpa sedikitpun menginjakkan kaki di lapangan. Sehebat apapun komentar dan harapan yang saya saksikan dari kejauhan, tentu tidaklah sama apabila saya tidak menginjakkan kaki di lapangan. Toh, sekedar menonton dan berkomentar tidak akan menambah pahala bagi saya. Justru akan menambah dosa, terlebih kita tidak bisa mempertanggung jawabkan kebenaran info yang disodorkan penonton dan komentator yang lain.

Hal lainnya adalah, inilah akhir zaman yang dikabarkan dalam hadits-hadits dan kitab-kitab dari ulama salaf. Dimana fitnah sangat ngeri, bagaikan malam yang menggulung dimana seseorang beriman di pagi hari kemudian menjadi kufur di sorenya. Atau seseorang yang beriman di sore hari, lalu menjadi kufur di pagi harinya. Naudzubillah tsumma na’udzubillah…

Kemudian, Rasulullah mensabdakan bahwa diakhir zaman orang-orang beriman akan berhijrah ke Syam. Bumi dimana, malaikat membentangkang sayapnya. Dimana hijrah adalah kewajiban, hingga kewajiban hijrah sangatlah sulit dilakukan meski harus merangkak di atas salju.

Wahai ikhwah fillah…
Tidaklah kita ngeri, cemas, dan khawatir bahwa tidak ada rumah yang tidak akan dimasuki oleh Dajjal sang pendusta? yang membawakan surga ternyata adalah neraka. Dan menolak neraka, padahal adalah jannah yang sebenarnya? Dan di syamlah tempat dimana Imam Mahdi akan mempertahankan barisan kaum muslimin dan menjadi thaifah manshurah dan bertahan dari gempuran gempuran dajjal yang menyebabkan 1/3 manusia menjadi murtad, 1/3 mendapatkan rizki syahid, dan 1/3 sisanya mendapatkan kemenangan?

Wahai ikhwah fillah…
Bila khilafah ini berbeda dengan harapan kalian, datanglah dan saksikanlah…
Benahilah bangunan ini dengan ketaqwaan dan ilmu kalian, karena khilafah inilah yang saat ini telah menjadi ancaman bagi salibis, dan murtadin di seluruh dunia. Jangan robohkanlah ia, karena tidak ada lagi tumpuan dan harapan kaum muslimin apabila bangunan ini hancur kembali.

Wahai ikhwah fillah…
Khilafah ini bukanlah bangunan yang instan, dimana semua teknologi bisa antum transfer dari barat ke timur secepat kilat. Dimana perbaikan perbaikan tidak langsung dapat selesai dalam waktu sehari-dua-hari. Dimana infrastruktur masih dibangun yang membutuhkan banyak ilmuwan, dan tenaga ahli. Jadilah pemain yang membantu kami wujudkan cita-cita bersama kaum muslimin.

Wahai ikhwah fillah…
Ilmu dan ketaqwaan kalian disini cukuplah menjadi saksi keimanan kalian di sisi Allah. Dan menjadi saksi apabila kami berada di jalan kebenaran ataukah tidak. Bukankah orang beriman tidak akan pernah takut akan kematian apabila ia senantiasa berada di atas kebenaran? Bukankah orang berilmu juga tidak akan pernah takut apabila ia sampaikan ilmunya, meski nyawanya terancam? lalu dimanakah orang orang berilmu dan bertaqwa apabila ia masih merasa takut akan kematian yang merupakan kesyahidan baginya? apabila ia sampaikan al haq. Lalu mengapa kami meyakini diatas kebenaran dan kami tidak pernah sekalipun takut akan ancaman dan kematian akibat ribuan tembakan dan ratusan hujan bom?

Lalu siapakah sebenarnya yang berada diatas al-haq? orang yang masih takut akan kematian untuk menyampaikan kebenaran, ataukah orang yang merindukan kematian?

Wahai ikhwah fillah…
Dengan kepala dan mata saya sendiri menyaksaikan bagaimana penduduk menangis saat dilantunkan doa supaya pasukan Islam dimenangkan, dan pesawat-pesawat salibis dan kuffar serta murtadin dihancurkan. Supaya syariat yang telah ditegakkan kembali dapat menjadi lebih luas. Saya menyaksikan kecintaan masyarakat terhadap daulah, disaat daulah membebaskan biaya listrik dan air bagi warganya. Dan daulah-lah yang membebaskan segala bentuk pajak dan riba yang selama ini mencengkram masyarakat. Bagaimana ribuan warga selalu berbondong-bondong mendatangi pelayanan-pelayanan daulah setiap harinya. Kesehatan, kebersihan, makanan, iskan (tempat tinggal), bahkan hingga pakaian.

Datangilah kami ikhwah, bila kalian diatas kebenaran.
Nasihatilah kami, dan bantulah kami diatas al-haq, bila kalian tidak takut mati dalam kebenaran.

Iklan